Friday, November 9, 2018

Sajak: Untukmu Rohingya.


Rohingya,
Saat ini menjadi lebih sering kita dengar,
Namun menyebut namanya terasa ada luka yang mengiringinya,
Sesuatu hal yang menyentuh kemanusiaan kita,
Betapa tidak di sana telah terjadi kekerasan manusia.

Wahai Rohingya,
Nurani manusia memang harus bicara,
Meratapi nasib saudara saudari kita di sana,
Kesedihan dan ketakutan menyelubungi mereka,
Kelaparan menjadi punca utama.

Maafkan kami Rohingya,
Sedangkan darahmu sedang mengalir,
Masih terukir senyuman kami dibibir,
Telah hanyut dibuai mimpi yang bila akan berakhir.

Maafkan kami duhai Rohingya,
Tangisanmu tidak mampu kami kesat,
Parah lukamu tidak mampu kami rawat,
Musuh durjanamu tidak mampu kami tewas.

Masih tergamakkah kita terdiam kaku,
Tanpa menghulur tangan sedia membantu,
Usah lagi berdalih aku tidak mampu,
Sedangkan kita masih mampu mengadu,
Kepada Tuhan Yang Satu. 

No comments:

Post a Comment