Rohingya,
Saat
ini menjadi lebih sering kita dengar,
Namun
menyebut namanya terasa ada luka yang mengiringinya,
Sesuatu
hal yang menyentuh kemanusiaan kita,
Betapa
tidak di sana telah terjadi kekerasan manusia.
Wahai
Rohingya,
Nurani
manusia memang harus bicara,
Meratapi
nasib saudara saudari kita di sana,
Kesedihan
dan ketakutan menyelubungi mereka,
Kelaparan
menjadi punca utama.
Maafkan
kami Rohingya,
Sedangkan
darahmu sedang mengalir,
Masih
terukir senyuman kami dibibir,
Telah
hanyut dibuai mimpi yang bila akan berakhir.
Maafkan
kami duhai Rohingya,
Tangisanmu
tidak mampu kami kesat,
Parah
lukamu tidak mampu kami rawat,
Musuh
durjanamu tidak mampu kami tewas.
Masih
tergamakkah kita terdiam kaku,
Tanpa
menghulur tangan sedia membantu,
Usah
lagi berdalih aku tidak mampu,
Sedangkan
kita masih mampu mengadu,
Kepada
Tuhan Yang Satu.

No comments:
Post a Comment