Sunday, November 11, 2018

Kenangan bakal dirindui.


Wanita sastera pantang jumpa kamera ini,
Malini dan Ita siap letak gambar mereka sekali,
Bagi penyeri gambar ini,
Untuk kenangan masa depan kami.

Malaysiaku.


Poster untuk pembentangan di dalam kelas multimedia, semoga dapat membentang dengan baik.


Friday, November 9, 2018

Sajak: Hantaran “Cinta Halal”


Pasangan merpati dua sejoli,
Menunggu saat hari bahagia yang dinanti,
Menanggung lelahan ujian yang dirasai,
Semakin hari kita bersemi.

Acapkali memikirkan hantaran kepada sang bidadari,
Berapa nilai yang mampuku miliki,
Sudah lama ku memikirkan soal ini,
Sejak akhir zaman mengaji.

Aku ciptakan sebuah janji
Untuk melamar si dia hari ini,
Untuk mewarisi keturunan kami,
Gagahku berani memperkenalkan diri kepada ibu ayah kami.

Aku menentukan tarikh yang di nanti,
Hantaran kami sebagai penyeri,
Pembuka majlis persepsi dua sejoli,
Lahirnya insan yang disayangi,
Untuk berada disampingmu,
Aku akan sentiasa menjagamu,
Disetiap nafas hidupku.

Sajak: Untukmu Rohingya.


Rohingya,
Saat ini menjadi lebih sering kita dengar,
Namun menyebut namanya terasa ada luka yang mengiringinya,
Sesuatu hal yang menyentuh kemanusiaan kita,
Betapa tidak di sana telah terjadi kekerasan manusia.

Wahai Rohingya,
Nurani manusia memang harus bicara,
Meratapi nasib saudara saudari kita di sana,
Kesedihan dan ketakutan menyelubungi mereka,
Kelaparan menjadi punca utama.

Maafkan kami Rohingya,
Sedangkan darahmu sedang mengalir,
Masih terukir senyuman kami dibibir,
Telah hanyut dibuai mimpi yang bila akan berakhir.

Maafkan kami duhai Rohingya,
Tangisanmu tidak mampu kami kesat,
Parah lukamu tidak mampu kami rawat,
Musuh durjanamu tidak mampu kami tewas.

Masih tergamakkah kita terdiam kaku,
Tanpa menghulur tangan sedia membantu,
Usah lagi berdalih aku tidak mampu,
Sedangkan kita masih mampu mengadu,
Kepada Tuhan Yang Satu. 

Wednesday, October 17, 2018

Ketenangan di desa.


Awan membiru, daun menghijau, 
ketenagan desa sangat bermakna dalam hidupku berbanding 
di kota yang penuh kesesakan dan udara yang tercemar. 
Kampungku nan indah dengan flora dan fauna, 
bukit bukau yang menghijau mendamparkan erti keesaanNya.